CERPEN Save the World with Go Green

Published Agustus 27, 2012 by mariaekawulandari
                                                                                                 OLEH: MARIA EKA WULANDARI

November 2011, Kota Marry Square, Indonesia.

”One Man One Tree” begitulah slogan di Negara Indonesia untuk mencegah global warming. Tapi please deh, hari liburan semesterku yang seharusnya indah ini, papa dan mamaku malah menyuruhku untuk membantu menanam pohon sebagai aksi go green. Oke! Fine, aku tak bisa membantah. Maklum lah, walaupun orangtuaku seorang pejabat, namun mereka sangat cinta sekali dengan alam. Tapi kecintaannya terhadap alam tidak diturunkan olehku. Kalau aku disuruh memilih mendingan aku di rumah, nonton TV atau jalan-jalan ke mall bersama sahabat untuk cuci mata. Tapi untunglah, Rama, pacarku juga ikut dalam aksi go green ini (yaiyalah, orangtuanya saja yang menjadi pemimpin dalam aksi ini).

“Maya, kesini sebentar! Aku mau bicara denganmu!” seseorang yang tak kukenal memanggilku dari arah belakang. Dengan ragu, aku melangkahkan kaki ke arahnya. Tiba-tiba, ia menyeretku masuk ke sebuah gang. Aku mencoba berteriak, namun ia segera menyekap mulutku dengan paksa. Kemudian, saat keadaan sepi, orang itu melepaskan tangannya dariku.

 “Hei, kamu jangan macam-macam denganku. Aku laporin kamu ke polisi!”

“Maaf, aku telah mengagetkanmu. Aku adalah Profesor Fransco, dari masa depan. Namun sekarang tidak penting untuk menjelaskannya. Aku hanya ingin memperlihatkan sesuatu kepadamu. Kamu harus ikut aku!” tegas seseorang itu padaku sambil mengeluarkan sebuah benda. Sepertinya itu adalah sebuah cermin. Lalu ia mengarahkan cermin itu padaku dan akupun tak sadarkan diri.

***

24 Mei 2020, Kota Marry Square, Indonesia.

“Maya, ayo bangun. Keadaan bumi sedang terancam!”

Akupun bangun dengan perasaan malas. Aku melihat mamaku yang sedang panik. Aku bingung, mengapa muka mamaku lebih terlihat tua dari biasanya. Lalu aku mengambil hp yang yang ada di samping meja belajarku. Pukul 08.00 WIB, 24 Mei 2020. Lalu aku teringat, terakhir kali aku telah disekap oleh seseorang yang tak kukenal dan ia mengarahkan sebuah cermin kepadaku dan akupun tak sadarkan diri. Jangan-jangan aku telah  masuk di ,,,,,, Ya Tuhan, kembalikan aku di tahun 2011!!

“Mama, apa yang sebenarnya terjadi? Dimana seseorang itu? Ma, ini tahun 2011, kan?” aku menghujani mama dengan berbagai pertanyaan.

“Maya, jangan mengada-ada. Keadaan bumi kita sedang dalam zona kritis. Mama baru telfon papamu. Katanya sebentar lagi kita akan dijemput untuk pergi meninggalkan bumi. Sebaiknya kamu bersiap-siap. Bawa barang-barangmu yang penting. Lalu bantu mama untuk menyiapkan bekal makanan untuk sementara karena kita akan tinggal di planet Meraya Paramidth, sebuah planet yang ditemukan oleh Profesor Fransco.”

Aku sangat kaget. Nama itu, yang membawaku ke masa depan ini? Dimana dia? Oh, sungguh tak masuk akal.

 

“Perhatian semua awak pesawat M2828 untuk segera bersiap-siap. 5 jam lagi bumi akan mengalami puncak pemanasan sekitar 200 derajat Celsius. Pesawat harus segera berangkat 3 jam kedepan menuju ke planet tujuan kita, planet Meraya Paramidth dan menyampaikan selamat tinggal kepada bumi kita tercinta. Terimakasih.”

Ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan. Aku sangat gelisah sekali. Bagaimana dengan nasib semua orang di bumi terutama di Indonesia? Karena jumlah pesawat luar angkasa terbatas, jadi hanya orang-orang penting dan keluarganya saja yang dapat di selamatkan dari bencana ini.  Namun aku sedikit bersyukur. Keluargaku telah dipilih karena orangtuaku adalah salah satu pejabat penting di Indonesia. Kini aku hanya bisa pasrah menjalani nasib ini.

 

Aku beralan-jalan menyusuri koridor. Lalu seketika itu, aku bertemu dengan seorang yang telah mendekapku saat melakukan penanaman pohon itu.

“Profesor! Kamu yang telah membawaku ke masa depan ini, sekarang kembalikan aku pada tahun 2011!”

“Tenang Maya, ini adalah suatu takdir. Kamu telah dipilih karena kamu adalah generasi muda di dunia yang mempunyai banyak kesempatan untuk memulihkan dunia yang sudah sekarat ini. Banyak sekali manusia yang tak peduli terhadap keadaan alam ini. Mereka selalu menebangi pohon tanpa melakukan penanaman kembali. Mereka telah merusak. Maya, pulihkan paru-paru duniamu, jika kamu tak ingin bencana ini terjadi sekarang.”

“Tapi, aku hanyalah orang kecil yang tidak tahu apa-apa. Akupun juga salah seorang yang tak peduli dengan alam. Bagaimana aku bisa memulihkan bumi?’’

“Dimulai dari hal yang terkecil dan hati tulus. Karena jika kamu tidak melakukannya, bumi akan hancur seperti yang akan terjadi tak lama lagi. Kamu pasti bisa, aku percaya kamu.”

Seketika itu, ia mengeluarkan sebuah cermin dan mengarahkannya padaku.

***

“Maya, kamu sudah sadar? Aku sangat khawatir denganmu denganmu.” kata Rama yang terlihat gelisah. Aku juga melihat mama dan papaku duduk di samping tempat tidurku.

“Ma, Pa, apa yang sebenarnya terjadi? Ini tahun 2011 kan?”

“Ya iyalah, sayang. Kamu pingsan ketika kita melakukan aksi penghijauan. Menapa sampai pingsan?”

Aku teringat akan bumi yang dalam keadaan sekarat itu. Namun aku enggan menceritakan kejadian itu. Toh mereka pasti tidak akan percaya.

“Tidak apa-apa, Ma. Pa, Maya punya usul. Bagaimana kalau papa usul sama bapak presiden kalau di Indonesia disamping di adakan Penghijauan, juga ada larangan permerintah untuk menebang pohon-pohon besar yang berguna untuk sirkulasi udara sehingga tidak terjadi penipisan lapisan ozon.”

“Ide yang bagus, nak. Tapi itu harus melalui proses panjang. Tumben anak papa sangat peduli terhadap lingkungan bumi”

“ Iya dong Pa, karena Maya sangat prihatin dengan keadaan bumi yang kian panas ini. Coba bayangkan, kalau kita tidak memperbaiki paru-paru bumi dari sekarang, pasti tahun 2020 nanti kita sudah tinggal di planet  luar angkasa karena bumi kita sudah hangus. Hehehe……”

“Baiklah, akan Papa usulkan pada rapat presiden nanti. Papa harap, kamu menjadi generasi penerus bangsa yang selalu cinta terhadap bumi”

 

***

Januari 2020, Kota Marry Square, Indonesia

Marry Square kompas, Presiden Indonesia, DRa. Maya W telah berhasil melakukan program kerjanya, Go Green. Bukan hanya warga di Indonesia saja program Go Green disambut baik. Di dunia Internasional walau masih muda, Presiden kita telah menjadi pemimpin PBB dalam program Internasionalnya, yaitu World Green Program.

 

2 comments on “CERPEN Save the World with Go Green

  • Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: