Penghakiman Bukan Penghukuman

Published September 21, 2012 by mariaekawulandari
Foto: Penghakiman bukan penghukuman</p><br />
<p>04 September 2012</p><br />
<p>Bacaan Hari ini:<br /><br />
1 Petrus 4:17 "Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman<br /><br />
dimulai, dan pada rumah Allah sendiri yang harus pertama-tama dihakimi.<br /><br />
Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya<br /><br />
dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Allah?"<br /><br />
____________________________________</p><br />
<p>Terkadang saya berpikir jika orang Kristen percaya bahwa mereka tidak<br /><br />
pernah membuat penilaian terhadap orang lain, bahwa mereka hanya<br /><br />
mengasihi semua orang.<br /><br />
Meskipun benar bahwa kita harus saling mengasihi, namun mengasihi juga<br /><br />
berarti berbicara tentang kebenaran.<br /><br />
Bahkan, Alkitab mengatakan kepada kita untuk berbicara tentang kebenaran<br /><br />
 didalam kasih (lihat Efesus 4:15).<br /><br />
Jadi jika saya makan siang dengan seorang teman dan ada bayam tersangkut<br /><br />
 di giginya, maka sebagai teman, saya akan memberitahunya.<br /><br />
Seorang teman akan mengatakan kebenaran kepada temannya, meskipun<br /><br />
kebenaran itu akan terdengar tidak nyaman atau terasa canggung.</p><br />
<p>Lalu ada hal-hal yang lebih besar, seperti dosa.<br /><br />
Mungkin Anda melihat beberapa kompromi, beberapa kelemahan dalam<br /><br />
kehidupan teman Anda.<br /><br />
Maka Anda berkata, "Saya mengasihimu, dan karena itulah saya perlu<br /><br />
memperingatkanmu."<br /><br />
Teman Anda mungkin akan marah, karena kebanyakan orang tidak suka<br /><br />
dikritik.<br /><br />
Dan respon yang sering kita dengar adalah, "Jangan menghakimi saya!<br /><br />
 Memangnya siapa kamu berani menghakimi saya?<br /><br />
Bukankah ada di Alkitab, "'Jangan kamu menghakimi, supaya kamu<br /><br />
tidak dihakimi'?"</p><br />
<p>Namun Alkitab mengatakan kepada kita bahwa penghakiman dimulai dari<br /><br />
rumah Allah sendiri (lihat 1 Petrus 4:17).<br /><br />
Bahkan Alkitab memberitahu kita, "Tidak tahukah kamu, bahwa<br /><br />
orang-orang kudus akan menghakimi dunia?<br /><br />
Dan jika penghakiman dunia berada dalam tangan kamu, tidakkah kamu<br /><br />
sanggup untuk mengurus perkara-perkara yang tidak berarti?" (1<br /><br />
Korintus 6:2).<br /><br />
Ketika kita membuat penilaian tentang kehidupan seseorang, pada dasarnya<br /><br />
 kita menghakimi mereka, meskpun tidak ada yang salah dengan hal<br /><br />
menghakimi.<br /><br />
Namun yang harus kita hindari adalah menghukum.<br /><br />
Ketika Yesus berkata, "Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak<br /><br />
dihakimi" (Matius 7:1), dalam terjemahan yang lebih baik,<br /><br />
"Jangan kamu menghukum, supaya kamu tidak dihukum."<br /><br />
____________________________________</p><br />
<p>Bacaan Alkitab Setahun :<br /><br />
Mazmur 143-145; I Korintus 15:1-11<br /><br />
____________________________________</p><br />
<p>Ya, kita harus membuat penghakiman. Ya, kita harus membuat penilaian.<br /><br />
Tapi kita tidak dalam posisi untuk menghukum. Kita bukan hakim, juri,<br /><br />
atau algojo.<br /><br />
(Diterjemahkan dari Daily Devotion by Greg Laurie)</p><br />
<p>Selengkapnya klik: http://www.TheologiaOnline.com

1 Petrus 4:17 “Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Allah sendiri yang harus pertama-tama dihakimi. Dan jika penghakiman itu dimulai pada k…

ita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Allah?”
____________________________________Terkadang saya berpikir jika orang Kristen percaya bahwa mereka tidak pernah membuat penilaian terhadap orang lain, bahwa mereka hanya mengasihi semua orang.
Meskipun benar bahwa kita harus saling mengasihi, namun mengasihi juga berarti berbicara tentang kebenaran.
Bahkan, Alkitab mengatakan kepada kita untuk berbicara tentang kebenaran didalam kasih (lihat Efesus 4:15).
Jadi jika saya makan siang dengan seorang teman dan ada bayam tersangkut di giginya, maka sebagai teman, saya akan memberitahunya.
Seorang teman akan mengatakan kebenaran kepada temannya, meskipun kebenaran itu akan terdengar tidak nyaman atau terasa canggung.Lalu ada hal-hal yang lebih besar, seperti dosa.
Mungkin Anda melihat beberapa kompromi, beberapa kelemahan dalam kehidupan teman Anda.
Maka Anda berkata, “Saya mengasihimu, dan karena itulah saya perlu memperingatkanmu.”
Teman Anda mungkin akan marah, karena kebanyakan orang tidak suka dikritik.
Dan respon yang sering kita dengar adalah, “Jangan menghakimi saya! Memangnya siapa kamu berani menghakimi saya?
Bukankah ada di Alkitab, “‘Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi’?”

Namun Alkitab mengatakan kepada kita bahwa penghakiman dimulai dari rumah Allah sendiri (lihat 1 Petrus 4:17).
Bahkan Alkitab memberitahu kita, “Tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang kudus akan menghakimi dunia?
Dan jika penghakiman dunia berada dalam tangan kamu, tidakkah kamu sanggup untuk mengurus perkara-perkara yang tidak berarti?” (1 Korintus 6:2).
Ketika kita membuat penilaian tentang kehidupan seseorang, pada dasarnya kita menghakimi mereka, meskpun tidak ada yang salah dengan hal menghakimi.
Namun yang harus kita hindari adalah menghukum.
Ketika Yesus berkata, “Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi” (Matius 7:1), dalam terjemahan yang lebih baik, “Jangan kamu menghukum, supaya kamu tidak dihukum.”
____________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 143-145; I Korintus 15:1-11
____________________________________

Ya, kita harus membuat penghakiman. Ya, kita harus membuat penilaian. Tapi kita tidak dalam posisi untuk menghukum. Kita bukan hakim, juri, atau algojo.
(Diterjemahkan dari Daily Devotion by Greg Laurie)

Selengkapnya klik: http://www.TheologiaOnline.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: