DUSUN GESING Produsen Kopi Berkualitas

Published Februari 19, 2013 by mariaekawulandari

Dusun Gesing

 

Dusun Gesing merupakan wilayah yang menjadi titik pusat dari Desa Gesing. Dusun Gesing sebagai pusat desa memiliki sumber daya manusia yang jumlahnya lebih besar daripada dusun lainnya, yaitu berjumlah sekitar 270 Kepala Keluarga (KK) dan terbagi ke dalam lima Rukun Tetangga (RT). Komposisi penduduk Dusun Gesing cukup beraneka ragam, tetapi masih tergolong dalam kondisi seimbang. Komposisi ini tergolong dalam usia, angkatan kerja, dan keanekaragaman agama. Keanekaragaman agama yang ada di wilayah Dusun Gesing memunculkan tempat-tempat ibadah yang berbeda dan tentunya memberi warna bagi kekayaan arsitektural di Dusun Gesing. Terdapat sebuah bangunan masjid dan sebuah bangunan gereja di wilayah tersebut. Masjid di wilayah tersebut bernama Masjid Al-Furqon yang bernuansa hijau dan kuning, sedangkan gereja di Dusun Gesing adalah Gereja Pantekosta Indonesia. Sebagian penduduk Dusun Gesing memiliki mata pencaharian sebagai petani atau pekebun.
Potensi utama dari Dusun Gesing adalah produk kopi bubuk murni, hasil olahan dari biji kopi yang ditanam di hampir seluruh wilayah Desa Gesing. Jenis kopi yang ditanam dan diolah adalah kopi Robusta. Pengolahan biji kopi hingga menjadi bubuk dapat dilakukan di Dusun Gesing karena telah tersedianya alat giling di dusun tersebut. Selain potensi sumber daya alam, Dusun Gesing juga memiliki potensi kesenian tradisional, yaitu kesenian karawitan, yang sering disebut juga sebagai kesenian “klonengan” oleh masyarakat sekitar. Alat musik yang dipakai tersimpan di gedung PKK milik desa. Kegiatan seni ini biasa dilaksanakan pada hari Rabu, Jumat, dan Sabtu, tetapi tetap disesuaikan dengan waktu luang yang dimiliki oleh kelompok remaja, kelompok PKK, dan perkumpulan orang tua. Selain itu, terdapat pula makam Kyai Bagor, sesepuh Desa Gesing, yang sering dijadikan sebagai tempat ziarah serta wisata peninggalan bersejarah lainnya. Terdapat pula dam atau bendungan yang berfungsi sebagai penyuplai kebutuhan air bagi pertanian dan perkebunan di wilayah Dusun Gesing dan sekitarnya.
Inovasi Produk dari Limbah Industri
Banyaknya industri rumah tangga (home industry) yang berada di wilayah Desa Gesing memang membantu dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Namun, terkadang keberadaan industri-industri tersebut juga menyisakan masalah, salah satunya adalah masalah limbah. Di Desa Gesing industri rumahan yang paling banyak adalah industri yang mengolah panganan dari bahan baku pisang, seperti pisang aroma dan ceriping pisang. Industri ini pun menghasilkan banyak limbah dalam bentuk kulit pisang. Beberapa industri menggunakan limbah pisang untuk pangan ternak. Namun, penduduk Dusun Gesing memiliki ide untuk melakukan inovasi terhadap limbah kulit pisang tersebut agar tetap dapat menjadi komoditas yang membantu perekonomian warga. Maka kemudian dibuatlah Cekusang (Cemilan Kulit Pisang), yang merupakan produk makanan ringan hasil olahan dari kulit pisang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: